Keuntungan Ganda Putra Indonesia Usai Pensiunnya 3 Pemain Ganda Putra Papan Atas Jepang

Keuntungan Ganda Putra Indonesia Usai Pensiunnya 3 Pemain Ganda Putra Papan Atas Jepang - Tiga pemain ganda putra papan atas Jepang memutuskan pensiun, hal ini menurut Herry Iman Pierngadi menjadi kesempatan emas untuk para ganda putra Indonesia. Tiga pemain ganda putra Jepang yaitu Hiroyuki Endo, Takeshi Kamura, Keigo Sonoda baru saja kompak memutuskan pensiun. Ketiga pemain ganda putra Jepang itu sejatinya merupakan para pemain yang menduduki ganda putra papan atas dunia. Hiroyuki Endo berpasangan dengan Yuta Watanabe merupakan pasangan peringkat lima dunia.

Adapun Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, tercatat bertengger di peringkat enam dunia. Kabar pensiunnya ketiga pemain tersebut cukup mengejutkan karena mereka tengah berada di puncak karier. Meski begitu, secara usia, sebenarnya Endo, Kamura dan Sonoda memang telah menginjak usia kepala tiga. Hiroyuki Endo (34) telah berencana untuk berganti profesi menjadi pelatih di klub bulu tangkisnnya, Nihon Unisys. Sedangkan Takeshi Kamura (31) dan Keigo Sonoda (31) masih belum mengumumkan lebih detail rencana masa depan mereka. Tetapi sebagai informasi, baik Kamura dan Sonoda sama-sama merupakan pemain asal klub Tonami.

Kendati kabar ini mengejutkan bagi sejumlah penggemar bulu tangkis Tanah Air, pelatih ganda putra Indonesia Herry Iman Pierngadi ternyata sudah mengetahui sejak lama. Herry IP sudah mengetahui Hiroyuki Endo akan pensiun sejak Olimpiade Tokyo 2020. "Saya sudah tahu pas di Jepang, pas Olimpiade Tokyo 2020, karena Endo pamit ke Rionny (Mainaky)," ucap Herry Iman Pierngadi dilansir SportFEAT.com dari BolaSport.com. "Saya lihat Endo menghampiri Rionny dan ngobrol agak lama. Pas sudah selesai, saya lalu tanya ke Rionny, 'ada apa?'.

Kemudian Rionny menjawab kalau Endo mau mundur dari timnas Jepang," ucap Herry IP lagi. Dengan pensiunnya Endo, Kamura dan Sonoda, tentu hal ini akan memberikan imbas yang cukup signifikan bagi kekuatan beregu tim Jepang. Apalagi menjelang turnamen Sudirman Cup 2021 dan Thomas Cup 2020. Namun begitu, Herry IP melihat dari sudut pandang berbeda. Pelatih 59 tahun itu justru menganggap dengan pensiunnya ketiga pemain Jepang itu, hal itu bisa memberikan peluang untuk ganda putra Indonesia.

Khususnya para pemain muda yang ingin segera mengejar prestasi para pemain senior. "Di satu sisi, ya sedih juga karena persaingan ganda putra jadi berkurang. Namun, di sisi lain, ya senang karena peluang juara jadi lebih besar," kata Herry IP "Bukan bermaksud mengecilkan potensi para pemain pelapis, tetapi kalau masih ada mereka, tentu lebih sulit bagi para pemain pelapis kita." "Sekarang mereka tidak ada (pensiun, red), saya lebih optimistis lagi dengan para pemain pelapis," tandas pelatih kelahiran Pangkalpinang itu.

Leave a reply "Keuntungan Ganda Putra Indonesia Usai Pensiunnya 3 Pemain Ganda Putra Papan Atas Jepang"

Author: 
    author