Jokowi Minta Mahasiswa Sampai Ibu PKK Jadi Relawan Bantu Nakes Hadapi Pandemi Virus Covid-19

Jokowi Minta Mahasiswa Sampai Ibu PKK Jadi Relawan Bantu Nakes Hadapi Pandemi Virus Covid-19 - Presiden Joko Widodo mengajak elemen mahasiswa sampai Ibu PKK untuk menjadi relawan atau sukarelawan membantu tenaga kesehatan menghadapi pandemi virus Covid-19. Hal ini disampaikannya saat mengecek persiapan Asrama Haji Pondok Gede untuk menjadi Rumah Sakit Darurat virus Covid-19. "Saya ingin mengajak pada para mahasiswa para pemuda pemudi, kepada Ibu PKK kadet Posyandu untuk sama-sama, bahu-membantu, gotong-royong menjadi sukarelawan, menjadi relawan dalam penanganan pandemi virus Covid-19," kata Jokowi lewat Youtube Sekretariat Presiden hari Jumat tgl 9 Jul 2021.

Dia mengungkapkan, tenaga kesehatan akan sangat terbantu bila semua elemen masyarakat turun tangan mengatasi pandemi virus Covid-19 ini. "Dokter, tenaga kesehatan, ASN, TNI-Polri sudah bekerja keras pagi siang malam sejak bulan Maret 2020 lalu sampai hari ini, saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Tapi akan lebih bagus lagi apabila ada tambahan relawan-relawan dari seluruh komponen masyarakat," kata Jokowi.

Insentif Nakes Telah Dibayarkan
Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memaparkan realisasi penyaluran insentif tenaga kesehatan (nakes) dan klaim pasien virus Covid-19 pada 2021. Kepala BKF Febrio Kacaribu mengatakan, pembayaran insentif nakes telah dibayarkan Rp 2,6 triliun dari pagu Rp 3,79 triliun kepada 323.486 nakes. "Lalu ada pula pembayaran santunan kematian mencapai Rp 49,8 miliar untuk 166 nakes," ujar Febrio dalam taklimat media hari Jumat tgl 9 Jul 2021. Lebih lanjut, tunggakan insentif nakes pada tahun 2020 juga telah selesai direview oleh BPKP sebesar Rp 1,34 triliun atau 90,8 persen dari total tunggakan. Febrio menjelaskan, akselerasi pembayaran insentif nakes daerah juga dialokasikan melalui Earmarked DAU/DBH tahun 2021 sebesar Rp 8,15 triliun.

Leave a reply "Jokowi Minta Mahasiswa Sampai Ibu PKK Jadi Relawan Bantu Nakes Hadapi Pandemi Virus Covid-19"

Author: 
    author