1,2 Juta Orang Tinggalkan Kota Jakarta Sebelum Mereka Dilarang Mudik

36 views

1,2 Juta Orang Tinggalkan Kota Jakarta Sebelum Mereka Dilarang Mudik - Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengungkap kalau ada sekitar 1,2 juta orang meninggalkan DKI Jakarta pada saat mereka dilarang mudik. Menurut Fadil, mereka menyiasati kebijakan dari pemerintah larangan mudik sebelum 6 Mei 2021. "Berdasarkan hasil evaluasi jumlah pemudik yang meninggalkan kota Jakarta sebelum mereka di larangan mudik diperkirakan jumlahnya kurang lebih 1,2 juta," kata dia soal evaluasi kebijakan dilarang mudik di Polda Metro Jaya, Jakarta hari Selasa tgl 11 Mei 2021.

Fadil menyampaikan, pihaknya bersama Pangdam Jaya, Pangkoarmada 1 Pangkoopsau 1 duduk bersama untuk mengantisipasi arus balik. Kesimpulannya, perlu kolaborasi dengan BNPB dan Pemprov DKI Jakarta untuk mengawasi pergerakan pemudik di stasiun, teriminal, bandara udara, dan pelabuhan. Dia menyampaikan kalau masyarakat yang hendak kembali ke Jakarta mereka di wajibkan menjalani swab test antigen untuk mendeteksi virus Corona penyebab Covid-19. Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya akan menggandeng kesatuan di masing-masing wilayah.

"Kata Fadil mereka menyusun strategi untuk swab berlapis mulai dari titik start. Wilayah yang menjadi titik start banyaknya pemudik seperti Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur agar para pemudik yang kembali harus memiliki surat swab antigen atau PCR. Bukan hanya itu, test swab antigen tersedia di posko penyekatan dan check point mudik. Mereka diminta secara sukarela untuk mengecek kondisi kesehatan mereka. "Nanti di situ juga akan kita siapkan swab antigen," ujar dia.

Sebelumnya, Ditlantas Polda Metro Jaya juga mendirikan pos penyekatan dan pos check point yang tersebar di Jakarta Depok, Bekasi, Tangerang Selatan dan Tangerang Kota untuk menghalangi masyarakat yang ingin mudik. Pendirian pos bertujuan untuk menyukseskan kebijakan pemerintah berkenaan peniadaan mudik pada lebaran Tahun 2021.

Leave a reply "1,2 Juta Orang Tinggalkan Kota Jakarta Sebelum Mereka Dilarang Mudik"

Author: 
    author