Tim Penyelamat Menemukan Puing Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air

131 views

Tim Penyelamat Menemukan Puing Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air - Penyelam menarik bagian tubuh, puing-puing dan pakaian dari perairan ibu kota Indonesia Jakarta pada hari Minggu, ketika militer menangkap sinyal dari puing-puing pesawat penumpang yang jatuh dengan 62 orang di dalamnya. Pesawat Sriwijaya Air Boeing 737-500 jatuh tajam sekitar empat menit setelah meninggalkan bandara internasional Soekarno-Hatta di Jakarta pada Sabtu sore. Sebuah kapal militer menangkap sinyal pesawat, dan penyelam menemukan puing-puing dari sekitar 23 meter (75 kaki) di bawah permukaan air, kata kementerian transportasi Minggu, mengutip pernyataan Panglima TNI Hadi Tjahjanto. Itu tidak menentukan apakah sinyal itu dari suara pesawat yang jatuh dan perekam data penerbangan. Presiden Indonesia Joko Widodo menyampaikan "belasungkawa yang dalam", dan mengimbau warga untuk "berdoa bersama agar korban dapat ditemukan".

Tetapi pencarian panik yang melibatkan helikopter dan armada kapal perang tampaknya tidak menawarkan harapan untuk menemukan yang selamat. Badan pencarian dan penyelamatan mengatakan sejauh ini telah mengumpulkan lima kantong mayat dengan sisa-sisa manusia serta puing-puing dari lokasi kecelakaan. Pakaian merah muda seorang anak, ban dan roda rusak, jaket pelampung dan puing-puing pesawat ditemukan, menurut pihak berwenang dan wartawan AFP di tempat kejadian. Di antara penumpang tersebut adalah Beben Sofian, 59, dan suaminya Dan Razanah, 58. "Mereka mengambil foto selfie dan mengirimkannya kepada anak-anak mereka sebelum lepas landas," kata keponakan pasangan itu Hendra kepada AFP. Semua 62 orang di dalamnya, penumpang dan awak, adalah warga negara Indonesia, termasuk 10 anak-anak, kata pihak berwenang.

Terpecah-pecah 'Penerbangan SJ182 menuju kota Pontianak di bagian Indonesia pulau Kalimantan, sekitar 90 menit waktu terbang di atas Laut Jawa. Pada Sabtu malam, kerabat yang putus asa menunggu kabar dengan gelisah di bandara Pontianak. "Saya memiliki empat anggota keluarga dalam penerbangan - istri dan tiga anak saya," kata Yaman Zai sambil terisak. " Istri saya mengirimi saya foto bayi hari ini ... Bagaimana mungkin hati saya tidak tercabik-cabik?" Pesawat itu jatuh di dekat pulau wisata sehari yang populer di lepas pantai. Data dari FlightRadar24 menunjukkan bahwa pesawat tersebut mencapai ketinggian hampir 11.000 kaki (3.350 meter) sebelum turun tiba-tiba hingga 250 kaki. Kemudian kehilangan kontak dengan pengatur lalu lintas udara.

Menteri perhubungan mengatakan Sabtu bahwa jet itu tampaknya menyimpang dari jalur yang dimaksudkan sebelum menghilang dari radar. Cuaca buruk, kesalahan pilot atau masalah teknis dengan pesawat merupakan faktor potensial, kata analis penerbangan yang berbasis di Jakarta Gerry Soejatman. "Tapi masih terlalu dini untuk menyimpulkan sesuatu," tambahnya. "Setelah kotak hitam ditemukan, kita bisa mulai menyusun puzzle." Sriwijaya Air, yang mengoperasikan penerbangan ke tujuan di Indonesia dan Asia Tenggara, hanya mengatakan sedang menyelidiki hilangnya kontak. Itu tidak segera berkomentar ketika dihubungi oleh AFP lagi pada hari Minggu.

Leave a reply "Tim Penyelamat Menemukan Puing Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air"

Author: 
    author